Karena Alasan Keamanan, Penahanan Guru Cabuli 12 Murid Dipindahkan Pihak Kepolisian

Karena Alasan Keamanan, Penahanan Guru Cabuli 12 Murid Dipindahkan Pihak Kepolisian – Polisi menempatkan penahanan Bs (57) , tersangka guru SD di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, yg mencabuli 12 muridnya, dari sel Polsek Kota Bangun, ke Polres Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sesaat, tetap enam korban yg melapor sah ke polisi.

Dari Polsek Kota Bangun, guru Bs dibawa ke Polres Kutai Kartanegara di Tenggarong yg berjarak sekira 78 km., sekira waktu 03. 00 WITA pagi hari barusan, dikawal Kanit Reskrim Polsek Kota Bangun Ipda Heri Kuswandi, serta personelnya. Dengan demikian, perkara asusila itu diselesaikan Unit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) .

” Salah satunya buat mengamankan biar terduga ini aman dari kemampuan amarah penduduk di lebih kurang tempat tinggalnya, ” kata Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Damus Harapan, dijumpai merdeka. com di kantornya, Senin (25/2) .

Sampai kini, polisi udah mengerjakan visum 3 dari 6 murid SD korban guru Bs, yg kesemuanya murid kelas II dengan umur 8-9 tahun. Memang, tak tutup peluang, ada korban yang lain.

” Bila ada korban yang lain, kita pastinya terima laporannya. Ini kan tersingkap, lantaran ada keberanian korban ceritakan tindakan pemeran, ” kata Damus.

” Saat ini diselesaikan PPA. Kami sangatlah serius mengatasi, serta jadi atensi pimpinan. Ditambah lagi korbannya anak serta saat depannya sangatlah panjang, ” makin Damus.

Di area PPA, sejak mulai pagi barusan, guru Bs dikontrol penyidik Polwan. ” Motif pemeran ini, dari keterangannya cuman iseng (menggenggam kemaluan muridnya) , ” demikian Damus.

Didapati, guru Bs, dijemput di tempat tinggalnya, Kamis (21/2) malam, sehabis polisi terima laporan murid dikira korban pencabulan guru Bs. Guru Bs menyebutkan cuma dua murid jadi korbannya, serta menolak tingkah lakunya itu ia melakukan sembari menggenggam telpon seluler serta menyaksikan film porno dalam kelas kala jam belajar. Kemeja korban serta telpon seluler guru Bs yg diputuskan terduga, sesaat ini jadi barang untuk bukti.