Kisah Steve Ballmer, Anak Buah Bill Gates Berharta Rp 628 T

Kisah Steve Ballmer, Anak Buah Bill Gates Berharta Rp 628 T – Beberapa orang kaya dalam dunia ini, tapi cuma dikit orang kaya yang ingin memberikan hartanya pada yang memerlukan. Diantaranya ialah Azim Premji, orang paling kaya ke-3 di India yang mempunyai kepemilikan perusahaan 74% di Wipro, perusahaan IT paling besar ke-3 di India.

Azim Premji lebih diketahui dengan karakter kedermawanannya. Dia ikut sudah membangun The Azim Premji Foundation pada tahun 2001 menjadi organisasi sosial dengan arah tingkatkan pendidikan di India.

Akan tetapi, perjalanan hidup Azim Premji menjadi orang paling kaya ke-2 di India tidak gampang. Ditambah lagi jadi seseorang dermawan yang memerlukan jiwa sosial tinggi.

Perjalanan Azim Premji diawali pada tahun 1945, Perusahaan Wipro waktu itu bernama Western India Vegetable Products Ltd. yang dibangun oleh bapak Azim Premji, Mohammed Premji. Pada umur 21 tahun, bapak Azim Premji wafat serta dia menukar ayahnya menjadi penerus perusahaan.

Waktu melanjutkan perusahaan, ia bahkan juga mesti berhenti dari kuliahnya di Stanford University. Akan tetapi Azim Premji menjadi pemimpin sukses memperluas pasarnya dengan membuat produk sabun, lampu, serta yang lain. Dia juga merubah nama perusahaan jadi Wipro ditahun 1977.

Tahun 1980, Wipro mulai merambah ke dunia IT. Produksi pertama-tama perusahaan ini ialah mikrokomputer disusul dengan menyiapkan software untuk hardware computer.

Azim mengerti, jika IT ialah hari esok dunia. Karena itu, ia bahkan juga miliki pusat pengembangan di Silicon Valley yang konsentrasi meningkatkan tehnologi baru serta bekerjasama dengan startup.

Pada tahun 1999, Wipro jadi hanya satu perusahaan pabrikan computer India yang terima sertifikasi penuhi prasyarat dari National Software Testing Laboratory di AS. Selama tahun 1990-an serta awal 2000-an Wipro selalu memberi kapasitas yang baik dengan IT menjadi pokok usaha.

Sekarang ini, Azim Premji ialah Direktur Penting Wipro serta sempat menjabat CEO pada kurun waktu pada 2005 sampai 2008. Azim juga terkenal menjadi entrepreneur yang dapat pimpin Wipro dalam 4 dekade paling akhir, mendiversifikasi perusahaan sampai jadi salah satunya perusahaan IT paling besar di India.

Kerja kerasnya sudah merubah Wipro dibawah kepemimpinannya dari perusahaan ritel biasa sejumlah US$ 2 juta di tahun 60-an jadi konglomerat yang meliputi beberapa usaha yang membuahkan penghasilan US$ 7 miliar alias bertambah 3.500 kali lipat.

Menurut Forbes, nilai kekayaan Azim sekarang ini sampai US$ 20,4 miliar atau seputar Rp 306 triliun. Jumlahnya itu membawanya menjadi orang paling kaya ke-2 di India atau nomer 58 dalam dunia.

Tetapi, buat Azim Premji, harta yang sangat bernilai ialah bagaimanakah cara memakai kekayaan pribadinya untuk melakukan perbaikan kehidupan orang yang lain yang kurang mujur. Premji sudah memakai kekayaannya untuk mengawali beberapa pekerjaan filantropi, termasuk juga Azim Premji Foundation, satu organisasi nirlaba yang kerja dengan pendidikan basic di sekolah-sekolah pemerintah pedesaan di India, serta Prakarsa Filantropi Azim Premji, yang memberi dukungan organisasi yang tugasnya mempunyai kekuatan berarti untuk berperan pada pergantian sosial dengan sinergis.

Semenjak dibangun pada tahun 2001, Azim Premji Foundation saat ini sudah mempunyai lebih dari 1.000 orang yang kerja di bagian pendidikan basic di lebih dari 12 negara sisi India.

Pada tahun 2014, Premji membangun Prakarsa Filantropis Azim Premji, yang memberikan Rs500 crore atau seputar Rp 1 triliun tiap-tiap tahunnya pada organisasi nirlaba yang kerja untuk tingkatkan kehidupan anak jalanan serta penyandang cacat, dan permasalahan tata kelola.

Azim diambil menjadi penerima Medali Filantropi Carnegie tahun 2017. Premji ialah satu diantara dua penerima internasional penghargaan tahun itu.

Penghargaan yang dibikin semenjak 2001 itu diberikam untuk beberapa orang yang pekerjaan filantropisnya wujudkan harapan visi Andrew Carnegie, salah satunya entrepreneur paling kaya di era ke-19 lewat tugasnya di industri kereta api serta baja Amerika.

“Dalam langkah kita kerja, saya begitu mengutamakan kerendahan hati serta kejujuran; Dengan menghargai nilai-nilai kemanusiaan, kami janji untuk melayani konsumen setia kami dengan jujur dan berkarakter kuat