Mengapa Kita Mesti Bangun Perusahaan Konstruksi?

Mengapa Kita Mesti Bangun Perusahaan Konstruksi?  – Group keluarga Kalla meningkatkan bidang upayanya dalam bagian daya serta pembangunan smelter di lokasi Sulawesi Selatan (Sulsel). Siapa kira usaha keluarga Kalla sudah masuk generasi ke empat semenjak awal dibangun.

“Dahulu pada saat kecil, saya menanyakan pada bapak saya (Jusuf Kalla), mengapa kita mesti bangun perusahaan konstruksi? Lantas bapak saya jawab jika jalan di Sulawesi Salatan butuh dibuat serta aspal diperbaiki hingga semakin beberapa orang beli mobil Toyota,” kata Presiden Direktur Kalla Grup, Solihin Kalla waktu terlibat perbincangan dengan beberapa alat di Makassar, Jumat (9/11/2018).

“Jadi jawaban bapak saya begitu sederhana waktu,” sambungnya dengan ketawa.

Sampai sekarang, perusahaan keluarga Kalla sudah masuk usianya ke 66 tahun. Usaha keluarga ini juga makin berkembang sampai masuk bidang daya listrik serta daya terbarukan, walau usaha transportasi masih dipertahankan oleh keluarga ini.

Untuk daya terbarukan, Solihin mengakui sudah menyelesaikan sekaligus juga menjalankan Project Poso 2. Yang akan datang akan ada Project Poso 1, yang direncanakan dapat beroperasi tahun 2018, dan maish kerjakan project Poso 3 yang direncanakan selesai di 2022 serta membuahkan kurang lebih 1000 MW.

“Kami begitu mengerti, usaha daya membutuhkan waktu lama untuk balik modal. Akan tetapi kami begitu meyakini, bila bidang daya baru terbarukan dapat jadi andalan penghasilan group haji Kalla ke depan. Bidang ini pula searah dengan program pemerintah berkaitan 35.000 MW,

Tidak hanya pada industri terbarukan, perusaan Kalla ini pula tengah bangun smelter dibawah payung PT Bumi Mineral Sulawesi. Ia menyebutkan tempat smelter ada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dengan proses pembangunan sudah sampai 80 %.

Solihin membidik smelter ini menghasilkan ferronickel serta stainless steel dengan keseluruhan hasil 33.000 ton per tahun. Solihinadalah anak pertama dari Jusuf Kalla (JK) serta adalah kegenerasi ke-3 dari Kalla sesudah dari Haji Kalla (kakek), serta Jusuf Kalla (bapak).

Sekarang ini ada seputar 14 perusahaan dibawah naungan Group Haji Kalla yang berjalan di tujuh bidang industri seperti otomotif, transportasi, logistik, konstruksi, manufaktur, property, serta daya