Pembantaian Etnis, Keamanan Ditingkatkan Di Papua Nugini

Pembantaian Etnis, Keamanan Ditingkatkan Di Papua Nugini – Otoritas di Papua Nugini (PNG) tingkatkan keamanan untuk menahan eskalasi lebih kronis dari kekerasan etnis di negeri itu. Langkah ini dikerjakan sesudah paling tidak 24 orang meninggal dalam pembantaian etnis minggu kemarin.

Etnis-etnis di daerah dataran tinggi PNG sudah berkonflik sepanjang beratus-ratus tahun. Tetapi minggu lalu, penemuan jasad-jasad, sejumlah besar wanita serta beberapa anak, menandai eskalasi mematikan perang antar etnis di daerah propinsi Hela itu.

Kepala kepolisian PNG, Bryan Kramer menjelaskan, interferensi cepat dibutuhkan di propinsi Hela — daerah curam di samping barat PNG — untuk menahan pembantaian itu terulang lagi.

“Pembunuhan tanpa ada ampun minggu lalu sudah merubah semuanya,” tutur Kramer seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (15/7/2019).

Kramer menjelaskan, perselisihan antar etnis yang sudah berusia beberapa puluh tahun itu sudah meluas mengejar pembunuhan seseorang anggota suku pada Juni lalu, yang menyebabkan pembantaian golongan wanita serta beberapa anak, yang dikatakannya jadi “pembunuhan balasan terjelek dalam riwayat negara kita”.

Kramer memberikan tambahan, satu peleton pasukan pertahanan serta satu tim polisi sudah diletakkan dalam suatu Sekolah Basic ditempat untuk “memberi keamanan sepanjang 24 jam, menahan eskalasi kekerasan lebih jauh.”

Dikatakan Kramer, otoritas akan menyertakan tehnologi drone (pesawat nirawak) serta satelit pengintai untuk mencari beberapa aktor pembantaian yang dipercaya sudah kabur dari daerah itu.

Pembantaian etnis minggu lalu itu menggemparkan PNG. Pertama Menteri (PM) Papua Nugini Kames Marape mengatakan jika “ini adalah hari paling memilukan dalam kehidupan saya,” tuturnya sambil janji akan tangkap beberapa aktor pembantaian itu. Momen ini adalah yang terjelek yang menerpa PNG dalam beberapa waktu paling akhir.

PM Marape yang datang dari wilayah itu, menjelaskan pembunuhan di pimpin oleh pria-pria bersenjata dari suku Hagui, Okiru serta Liwi.

Untuk didapati, dataran tinggi di Papua Nugini terletak benar-benar terpencil. Komune disana hidup berdasar adat suku serta banyak desa kecil tidak mempunyai sarana jalan.

Perang suku sering berlangsung dipacu oleh pemerkosaan atau pencurian atau perselisihan daerah. Walau perselisihan ini terjadi beberapa puluh tahun, kekerasan yang berlangsung kesempatan ini masih mengagetkan PNG. Dalam beberapa waktu paling akhir, masuknya senjata automatis membuat perselisihan jadi lebih mematikan serta memperluas lingkaran kekerasan.